Musibah longsor yang terjadi di Kabupaten Kerinci, Sungai Penuh, Jambi tepatnya  di lokasi pemboran panas bumi (Geothermal) milik PT Pertamina Geothermal Energy di Kerinci B-1 WKP Sungai Penuh. Akibat bencana longsor ini, 8 orang pekerja tertimbun tanah. Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Provinsi Jambi, M Dalmanto, mengatakan longsor yang menimbun 8 pekerja tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan bukit Kerinci, Jambi, kemarin. 

“Kejadiannya Sabtu 26 Januari 2013 sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan deras sejak pukul 15.30 WIB sore, menyebabkan longsor di daerah pengeboran panas bumi,” ujarnya. Sementara Corporate Secretary PGE Adiatma Sardjito,  menyampaikan belasungkawa atas musibah tanah longsor yang telah menimbulkan korban jiwa pekerja. Saat ini semua korban sudah dievakuasi dan dikirim ke rumah sakit terdekat, serta korban luka dalam proses perawatan di Puskesmas Lempur. Sedang korban yang belum diketemukan dalam proses pencarian petugas Pertamina dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemda setempat, serta aparat terkait lainnya.

Kendati demikian, PGE tetap optimis mampu mengejar target produksi listrik sebesar 2 X 55 Megawatt (MW) pada 2015 dari  lokasi pengeboran panas bumi Kerinci B-1 WKP Sungai Penuh,  karena longsoran tersebut tidak sampai menutup sumur panas bumi yang saat ini sedang dikerjakan. Adiatma Sardjito, menyatakan lokasi pengeboran Kerinci B-1 WKP Sungai Penuh masih dalam tahap eksplorasi. Tidak berdampak sama sekali pada produksi panas bumi, karena sumur itu baru di bor, jadi belum ada uap yang dihasilkan dan belum ada pembangkit di sana. Dia menambahkan, perkiraan total cadangan panas bumi Kerinci di WKP Sungai Penuh, Jambi mencapai 200 MW.