Reuters melaporkan bahwa pasokan listrik di Jerman cukup di musim dingin ini, meskipun sokongan kekuatan dari nuklir sudah diberhentikan sejak 2011 pasca kejadian Fukushima di Jepang. Wajar dahulu pembangkit listrik yang digunakan masih menggunakan nuklir dan batu bara. Namun saat ini, Jerman akan mefokuskan pada energi terbarukan. Hal ini muncul pasca terbitnya kebijakan energi di Jerman terkait energi terbarukan.

Sementara itu, di sisi energi batu bara mayoritas proyek  yang direncanakan pada tahun 2006 telah ditinggalkan akibat kebijakan energi tersebut. Dengan adanya kebijakan itu, dikabarkan mengancam profitabilitas industri pembangkit listrik dari batubara. Bahkan menurut riset dari Direktur Riset Penelitian Ekonomi, Insititut Jerman, Christian von Hirsch Hausen menyampaikan bahwa power plant batubara bertenaga lignit diproyeksikan di 2015 akan merugi.