Meskipun Apple belum merilis laporan labanya, para analis—seperti yang dihimpun oleh Bloomberg— justru memprediksi laba fiskal kuartal pertama perusahaan besutan Tim Cook ini tergelincir 2% menjadi US$12,8 miliar. Jika memang benar terjadi demikian, ini akan menjadi penurunan laba pertama sejak tahun 2003.

Tak hanya laba yang merosot, saham Apple juga terjun hampir 30% sejak bulan September—yang menurunkan nilai pasar hingga US$190 miliar. Dalam tiga bulan terakhir, para analis memang memprediksi keuntungan Apple untuk fiskal 2013 telah menurun 7,5% menjadi US$46,3 miliar.
Tahun lalu memang menjadi tahun kejayaan Apple.  Pada Januari 2012, Apple menghasilkan laba hingga US$ 13,1 miliar dari angka penjualan $ 46,3 miliar.

Pasca ditinggal pendirinya Steve Jobs, berbagai permasalahan memang melanda Apple. Tim Cook yang saat ini menjadi Chief Executive Officer (CEO) harus menghadapi kenaikan biaya produksi, persaingan ketat dengan Samsung Electronics dan perlambatan pertumbuhan pada penjualan smartphone.

Salah satu alasan anjloknya angka penjualan smartphone adalah pasar yang sudah jenuh. Menurut IDC, di Amerika saja lebih dari setengah pengguna ponsel memiliki smartphone. Pasar yang sudah jenuh ini masih harus diperebutkan berbagai produsen seperti Samsung—yang menawarkan lebih dari 80 smartphone touchscreen.

Menurut para analis , Apple diprediksi menjual sekitar 48 juta iPhone pada kuartal tersebut. Untuk penjualan iPads mencapai 22,4 juta—termasuk mini iPad dan 5,1 juta Mac.