Bagi negara-negara tropis seperti Indonesia, salju tentu merupakan sesuatu yang langka—jika tidak disebut mustahil. Tapi di negara-negara yang jauh dari garis khatulistiwa, keberadaan salju menjadi pesona tersendiri. Foto-foto menakjubkan butiran salju dari mikroskop ataupun kristal salju rumit yang dibuat oleh para seniman banyak mengundang decak kagum. Kali ini para ilmuwan dari University of Utah mengembangkan cara baru untuk melihat butiran salju. Mereka memotretnya dalam 3D.

Tim peneliti yang dipimpin oleh ilmuwan atmosfer Tim Garrett telah mengembangkan sistem kamera yang disebut Multi-Angle Snowflake Camera (MASC) mampu menangkap gambar 3D dari kepingan salju ketika mereka jatuh dari langit. Sistem ini terdiri dari tiga kamera berkecepatan tinggi dipicu oleh sensor inframerah yang memotret kepingan salju di udara pada eksposur sangat cepat (hingga 1/2, 500 per detik).

“Anda mungkin pernah melihat gambar-gambar cantik dari kepingan salju yang telah dikumpulkan pada slide kaca dan diletakkan di bawah mikroskop. Selain indah, ini adalah gambar dari kepingan salju yang sangat langka,” kata Garrett kepada TechNewsDaily. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kepingan salju yang jatuh dari langit sebenarnya gumpalan serpihan yang saling menempel. Menempatkan mereka ke slide akan menghancurkan mereka.

Sebelumnya penelitian snowflake telah dilakukan satu-per-satu dan dengan tangan. Sebuah studi besar di tahun 1970-an hanya mengukur seribu kepingan salju, tapi MASC dapat menangkap dan mengukur puluhan ribu serpih dalam satu malam.

Penelitian ini dapat membantu ilmuwan memahami prediksi cuaca hujan salju dan ditingkatkan karena para ilmuwan sekarang dapat melihat apa jenis kondisi menghasilkan apa jenis kepingan salju.

Saat ini sistem MASC sudah diatur di Ski Area Alta di Utah yang mana terhubung ke live feed bagi para ilmuwan untuk log in dan melihat salju.

Garrett dan rekannya Cale Fallgatter telah membentuk sebuah perusahaan bernama Teknologi Fallgatter untuk menjual teknologi ini. Tentara AS telah membeli satu digunakan untuk memprediksi longsoran salju.