Di berbagai belahan dunia, ketersediaan air bersih menjadi permasalahan tersendiri. Berbagai upaya dilakukan. Mulai dari usaha-usaha di laboratorium yang menelan biaya besar, sampai solusi sederhana yang sebetulnya bisa dilakukan siapa saja.

Salah satu contoh paling relevan adalah apa yang dilakukan oleh para insinyur GE dan sejumlah relawan. Mereka baru saja menciptakan pengolahan air portabel yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Pada prinsipnya, alat ini menggunakan prinsip elektrolisis yang menggunakan garam dan listrik yang didapatkan dari baterai mobil untuk menghasilkan gas chlor untuk desinfektan air. Atas permintaan WaterStep—sebuah lembaga nirlaba untuk menyediakan air bersih kepada masyarakat di 26 negara berkembang di seluruh dunia—GE insinyur Steve Froelicher dan Sam Duplessis, bersama dengan relawan lainnya, mulai mengembangkan sistem pengolahan air di garasinya.
Dalam kurun waktu setahun, tim ini akhirnya berhasil mengembangkan desain terbarunya.

“Perangkat ini cocok di dalam silinder PVC 10-inci dengan dua tabung plastik terpasang di bagian atas strip. Ini klorin dari air asin dengan menerapkan tegangan baterai melintasi membran melingkar. Proses yang disebut elektrolisis Gelembung klorin dari salah satu elektroda dan mengapung ke atas di mana perangkat menangkap dan bercampur dengan air yang terkontaminasi. klorin dimulai untuk mengoksidasi bahan organik dan membunuh patogen dalam air air biasanya aman untuk diminum dua jam sesudah klorinasi,” begitulah yang tertulis dalam laporan GE.

Perangkat yang disebut WaterStep M-100 chlorinator ini, mampu menghasilkan klorin cukup untuk mendisinfeksi 38.000 liter air per hari (cukup untuk sekitar 10.000 orang).