Kata siapa sistem operasi android hanya bisa diaplikasikan pada smartphone? Baru-baru ini, Google sebagai pemilik android telah menciptakan beberapa peralatan elektronik lainya yang bisa dikontrol melalui internet.

Mulai dari proyektor saku PicoPix dari Royal Philips Electronics, lemar es dari LG, sistem stereo mobil, serta kamera galaxy dari Samsung. Kerjasama antara produsen barang-barang elektronik dengan Google sebagai penguasa android ini memang sedang menjadi trend. IDC bahkan memprediksi nilai pasar barang-barang ini akan mencapai lebih dari US$2 triliun pada tahun 2015.

Penetrasi Android memang luar biasa cepatnya. Meski ponsel berbasis android pertama baru dijual pada tahun 2008, pasar smartphone berbasis software ini telah mencapai 72% dari pasar pada kuartal ketiga.

Aplikasi Android langsung ke perangkat dapat memudahkan informasi antar peralatan elektronik bagi manusia. Sebuah televisi misalnya, bisa menunjukkan pesan pop-up dari pengering pakaian di ruang bawah tanah, menunjukkan bahwa celana jeans pemilik rumah belum kering. Pengguna dapat menekan tombol pada remote TV untuk secara otomatis menambahkan 15 menit untuk siklus rambut. Sebuah rice cooker terhubung bisa menentukan jenis padi yang digunakan dan mengatur petunjuk memasak yang sesuai.

Sebelumnya, usaha untuk mengaplikasikan Android pada peralatan elektronik memang sudah pernah dilakukan. Pada tahu 2010, Sony Corp dan Logitech International menciptakan televisi dengan software di dalamnya. Sayangnya, usaha ini menemui kegagalan dalam target penjualannya.

Tahun lalu di Jepang, Panasonic Corp juga mulai menjual berbagai peralatan rumah tangga, mulai dari microwave untuk AC, yang dapat dikendalikan oleh smartphone sambil memberikan informasi kepada pengguna.