Akhir-akhir ini, tren mobil listrik memang sedang menjadi trend di Indonesia.  Ditambah lagi dengan peristiwa kecelakaan mobil listrik yang dialami oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan baru-baru ini.

Mobil listrik sebenarnya bukan barang baru di dunia. Di Amerika Serikat (AS), penjualan mobil listrik pada tahun 2012 melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun angka penjualan ini sebenarnya baru menyerap 0,6% dari total penjualan kendaraan di AS pada tahun 2012.

Lantas, negara mana yang menjadi pengguna terbesar dari mobil listrik? Norwegia adalah jawabannya. Angka penjualan mobil listrik Nissan Leaf di Norwegia melampaui angka penjualan di AS. Norwegia juga tercatat sebagai pemesan mobil listrik jenis Tesla Model S terbesar di Eropa. Pada tahun 2012, penjualan mobil listrik mencapai 10.000 unit atau sekitar 5,2% dari total penjualan kendaraan.

Mengapa penetrasi mobil listrik bisa sedemikian besar di Norwegia? Salah satu jawabannya adalah peran pemerintah. Di negara ini, mobil dikenakan pajak tinggi yang membuat harganya sangat mahal. Tapi tidak demikian dengan mobil listrik. Pemerintah setempat justru membebaskan bea pajak bagi mobil jenis ini.

Tak hanya itu. Di Oslo—ibukota Norwegia—para pengemudi mobil listrik juga diberikan beragam kemudahan. Mulai dari diizinkan untuk mengemudi di jalur bus—yang membuatnya terbebas dari kemacetan, hingga fasilitas parkir gratis di ruang kota.

Norwegia juga kuat dari sektor infrastruktur.Negara ini telah membangun 3500 stasiun pengisian baterai serta 100 stasiun pengisian cepat bagi mobil listrik. Jika memang Indonesia ingin mengembangkan pemakain mobil listrik, nampaknya kita harus belajar banyak dari Norwegia.