Sepertinya setelah kalah dalam pertempuran layanan dengan rivalnya Facebook dan Google, Yahoo resmi menyetop layanan dalam bahasa Korea Selatan, setelah hampir 15 tahun berkiprah di salah satu negara teknologi di Asia ini. Keputusan berlaku efektif sejak 2 hari yang lalu. Bisa dikatakan Yahoo kalah telak dengan dua pesaingnya itu, sebab mereka sukses meraup banyak pengguna internet dan sektor internet bergerak.

“Keputusan ini adalah bagian dari upaya Yahoo untuk lebih fokus pada sumber daya buat meningkatkan bisnis global yang lebih kuat,” kata pejabat eksekutif Yahoo, Marissa Mayer.

Tak hanya itu saja, perusahaan asal Amerika yang dikomandoi CEO cantik ini, juga kalah bersaing dengan operator lokal seperti NHN Corp dan Daum Communications. Di sisi lain, terlepas dari keterpurukannya di sektor Asia, Yahoo pun pernah mendominasi pasar mesin pencari lokal. Namun kali ini, untung tak dapat diraih malang tak bisa ditolak, sekarang perusahaan ini diklaim hanya menguasai kurang dari 1% pasar lokal.

Bahkan dikabarkan oleh KoreanClick, perusahaan besutan Jerry Yang dan David Filo ini juga tidak masuk dalam 10 besar situs yang dikunjungi di Korsel di mana Naver and Daum berhasil mencapai 31,6 juta dan 28,3 juta kunjungan di November silam.

Dengan hengkangnya Yahoo dari Korsel menjadi satu di antara perusahaan teknologi global lain yang juga gagal mengulangi kesuksesan di Negeri Gingseng. Produsen telepon seluler Motorola Mobility dan HTC Corp pun mengumumkan rencana mereka akan menyusul Yahoo untuk keluar Korsel setelah gagal bersaing dengan manufaktur lokal seperti Samsung dan LG.