Dampak hadirnya teknologi murah android, kelihatannya sangat berpengaruh terhadap Blackberry. Perangkat dengan sistem operasi Android telah berhasil mengalahkan BlackBerry di Indonesia. Seperti yang pernah diramalkan oleh IDC, yang menyatakan bahwa sistem operasi buatan Google ini sudah berhasil mendapatkan 52 persen market shareIndonesia pada kuartal II-2012 dan ini akan berlanjut. Semakin banyak perangkat Android dengan harga yang murah dan meningkatnya jumlah aplikasi Android mendorong peningkatan market share sistem operasi Android di Indonesia.

“Peningkatan pengiriman ponsel berbasis Android didorong tidak hanya dengan semakin terjangkaunya perangkat tersebut, tetapi juga oleh meluasnya jangkauan dari aplikasi dan meningkatnya popularitas dari (perangkat) touchscreen,” kata Darwin Lie, Market Analyst untuk Client Devices Research, IDC Indonesia, seperti dikutip dari siaran pers dari IDCKinerja keuangan Research in Motion (RIM) belum juga menunjukkan performa positif di penghujung 2012 ini. 

Sementara menurut Cellular-News,  pada akhir kuartal ketiga 2012 ini RIM mencatatkan pendapatan sekitar USD 2,7 miliar atau setara Rp 25,96 triliun turun 47% dari USD 5,2 miliar atau setara Rp 50 triliun pada periode sama tahun lalu. Sejauh ini pendapatan RIM masih didominasi oleh bisnis perangkat sebesar 60%, services 36%, dan perangkat lunak serta pendapatan lain 4%. Sedangkan pendapatan selama tiga bulan atau per kuartal hanya USD 9 juta atau setara Rp 86,5 miliar jauh berbeda dengan periode sama tahun lalu yang mencapai USD 265 juta atau setara Rp 2,548 triliun.

Selama kuartal itu, RIM diperkirakan mengapalkan 6,9 juta perangkat BlackBerry, turun dari 7,9 juta pada tiga bulan sebelumnya. Sedangkan pengapalan PlayBook hanya sekitar 255 ribu unit. “Kami akan terus pada rencana semula untuk meluncurkan BlackBerry 10. Selama kuartal ketiga tahun ini, secara keuangan terlihat ada arus kas yang kuat dimana tercapai sebesar USD 950 juta dan kas internal mencapai USD 2.9 miliar,” kata President and CEO RIM Thorsten Heins.