berulang kali tersandung sengketa paten, Apple Inc kembali memenangkan perebutan paten dengan Motorola, produsen telepon seluler yang diakusisi Google Mei lalu. Motorola telah mengadu ke Komisi Perdagangan Internasional (ITC) tentang penggunaan sensor jarak (proximity sensor) pada semua versi iPhone Apple, paten yang diklaim sebagai miliknya.

Dalam penentuan awal, Hakim Thomas Pender yang menangani kasus ini menemukan bahwa US paten bernomor 6,246,862 milik Motorola untuk Sensor Controlled User Interface untuk perangkat komunikasi portabel telah invalid. Dengan demikian Apple tidak bisa dianggap melanggar paten tersebut. Paten ini mencakup infrared proximity sensor yang mampu mematikan tampilan touchscreen ketika telinga pengguna telah terdeteksi, sehingga dapat mencegah terjadinya “errant touch”. Sensor yang sama walaupun lebih maju juga digunakan oleh Apple dalam produk iPhone.

Kasus Apple VS Motorola ini sepertinya menjadi pertempuran terbaru dalam perang paten yang sedang berlangsung antara Apple dan Google, yang membeli Motorola Mobility seharga 12,5 miliar dolar berikut 17.000 patennya. Awal bulan ini, Komisi Perdagangan Federal (FTC) sependapat bahwa putusan pengadilan distrik yang menolak gugatan Motorola terhadap produk-produk Apple, adalah tindakan benar. Dan dengan demikian Apple kembali memenangkan satu pertarungan lagi dari peperangannya dengan Google yang sepertinya masih akan berlangsung lama.