Keriuhan tweet dan perkembangan Twitter di jagad dunia maya akan menjadi barometer riset bagi Nielsen.  Sebuah perusahaan penghitung rating televisi, Nielsen Holdings NV, akan bekerja sama dengan Twitter untuk menggunakan tweet sebagai alat ukur rating televisi. Latarbelakang dari penelitian dengan metode ini karena semakin banyaknya pengguna smartphone dan tablet.

Dikabarkan oleh Reuters bahwa penghitungan rating lewat Twitter bakalan dinamai dengan Nielsen Twitter TV Rating. Cara survey ini sudah pasti akan mencatat semua kicauan para pengguna sosial media besutan Jack Dorsey ketika sebuah program di televisi sedang berlangsung. Hal ini pun bisa digunakan oleh para pengiklan untuk menyasar pemasaran mereka. Namun sebagian besar para pengiklan merasa kurang setuju dengan metode riset semacam ini. Mereka beralasan bahwa kekuatan data yang diperoleh dari sosial media belum merepresentasikan keadaan yang sebenarnya.

Rencananya program yang akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2013. Bagi Twitter, kerjasama ini nantinya akan membantu mereka dalam menaikkan pamor social media di kalangan pengiklan. Apalagi, saat ini social media masih menjadi pilihan terakhir pengiklan setelah media cetak dan televisi dalam memasarkan produknya.