Industri pada sektor energi terbarukan nampaknya semakin diminati investor. Per tanggal 14 Desember kemarin, SolarCity—salah satu perusahaan energi surya terbesar di Amerika—berhasil go public. Dari harga awal yang ditawarkan US$8 per lembar saham langsung melonjak hingga US$12 dengan keuntungan lebih dari 50% dalam sehari. Saat ini SolarCity memiliki valuasi pasar hingga $ 880 juta.

Tidak seperti start up lain dalam energi surya, SolarCity yang berdiri pada tahun 2006 tidak memproduksi solar panel, tapi berfokus pada penyewaan solar panel. Model bisnis seperti ini rupanya lebih menguntungkan daripada memproduksi solar panel yang menelan biaya besar. Sampai Q2 tahun ini, SolarCity berhasil membukukan angka penjualan mencapai US$ 103 juta.

Menurut CEO SolarCity Lyndon Rive, Energi bersih telah mengalami kenaikan signifikan, karena banyak perusahaan yang memproduksi komoditas solar panel. Sejauh ini SolarCity telah memasang sistem tenaga surya di lebih dari 45.000 bangunan, dan terus menunjukkan tren kenaikan.