Setelah dikabarkan mengerahkan robot untuk membersihkan bekas musibah Fukushima, Jepang berencana mengikutsertakan robot barunya untuk bersama bereksperimen di luar angkasa. Robot dengan ukuran kecil itu akan menemani dan membantu tugas-tugas ringan Koichi Wakata – astronot Jepang – yang dijadwalkan tiba di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2013 mendatang. 

Boneka robot ini mampu berbahasa Jepang, mengenali wajah, dan bisa melakukan tugas eksperimen sederhana. Perancang dari robot ini, Tomotaka Takahashi, menyatakan bahwa konsep dari robot humanoid adalah menangkap imajinasi perusahaan yang ikut berpartisipasi. Ini juga tak bisa lepas dari budaya masyarakat Jepang yang merasa kurang nyaman berbincang dengan benda mati.

“Kami kadang berbicara dengan binatang peliharaan, meskipun itu hanya kura-kura atau ikan,” kata Takahashi yang juga peneliti dari University of Tokyo. “Kami bicara pada hewan-hewan ini karena kami merasakan sedikit kehidupan yang ada pada diri mereka,” lanjutnya.

Jika sudah selesai dirancang pada Februari 2013, boneka robot ini akan bertinggi 34 sentimeter dengan berat satu kilogram. Kemungilan benda ini memungkinkannya mudah diangkut ke dalam ISS. Sebelum melakukan perjalanan ke ISS, boneka robot ini akan lebih dulu dicoba dengan eksperimen sederhana bersama astronaut Wakata. Dia akan terlibat dalam tugas sederhana seperti mencampur satu cairan dengan cairan lain.

Tugas lain yang bisa dilakukan boneka robot ini memecahkan masalah sosial di ISS. Sebab, jika teknologi ini berkembang, maka dia akan jadi rekan yang baik bagi astronaut yang kesepian di antariksa. “Benda ini memiliki lebih banyak sisi kemanusiaan,” ujar Takahashi.