Untuk pengembangan teknologi energi terbarukan, sepertinya terus dilakukan oleh pemerintah Australia. Pemerintah Australia lewat Badan Energi Terbarukan atau dikenal dengan ARENA menghibahkan dana USD3,6 juta kepada Universitas Curtin Australia untuk mendukung pengembangan teknologi gasifikasi biomassa inovatif.

Proyek ini melibatkan teknologi yang akan mengkonversi biomassa menjadi bahan bakar yang bersih untuk sebuah mesin yang kemudian akan menghasilkan listrik.

“Teknologi yang kami kembangkan sangat ideal untuk aplikasi skala kecil,” kata ketua tim peneliti Profesor Chun-Li Zhu. “Ini dapat digunakan, misalnya, untuk menghasilkan listrik di daerah terpencil yang jauh dari jaringan listrik tetapi dekat dengan sumber daya biomassa, seperti jerami gandum dan mallee,” lanjutnya seperti yang dilaporkan Renewable Energy Magazine.

Sampai saat ini, teknologi ini telah dibuktikan dengan skala kecil. Dengan dana segar yang diperoleh, baru akan memungkinkan para peneliti untuk meningkatkan teknologi, dengan tujuan memperoleh data untuk desain masa depan dan operasi gasifier biomassa skala komersial. Dalam aplikasi awal, bahan bakar gas akan dibakar dalam mesin gas untuk menghasilkan listrik.

“Teknologi ini akan membawa manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan ke Australia,” kata Profesor Li. 

Lanjut dia, selain memberi kontribusi terhadap peningkatan rasio elektrifikasi dalam bauran pasokan listrik, teknologi ini pun akan membantu secara signifikan pembangunan di daerah. Mitra lain dalam penelitian ini meliputi Cryofin, Energi Verve dan Minyak Mallee Asosiasi Australia.