Berdasarkan informasi dari Techcrunch, Google baru saja mengumumkan menutup layanan Google Shopping di Cina. Walaupun demikian, layanan tersebut masih bisa diakses. Terkait informasi penutupan salah satu layanannya di negara itu, Google mengkonfirmasikan dalam sebuah posting di blog Cinanya. Berikut adalah laporan resmi yang dikeluarkan oleh Google lewat postingan blog tersebut.

“Dalam rangka mengoptimalkan sumber daya yang lebih baik, kami telah memutuskan untuk menutup layanan belanja pencarian kami di China. Tujuan dari produk ini adalah untuk mendirikan sebuah jembatan antara konsumen, pengecer, dan pedagang. Namun, dampak dari produk ini tidak memenuhi harapan kita. Tapi kami tetap berkomitmen untuk membantu bisnis ekspor produk Cina ke negara-negara di seluruh dunia dan membantu pengecer Cina menggunakan Belanja Google untuk menjangkau konsumen di pasar lainnya. Di masa depan kita akan fokus pada aplikasi mobile advertising dengan AdMob, tampilan mobile dan desktop, dan berorientasi pada iklan pencarian”

Perlu diingat bahwa pada bulan Oktober, Google menutup Pencarian Musik di China setelah gagal untuk menangkis persaingan dari Baidu, yang menandatangani kesepakatan lisensi dengan One-Stop China (perusahaan patungan dari Universal, Warner dan Sony BMG). Seperti dengan pencarian musik, Google Belanja di China juga menghadapi persaingan yang ketat, termasuk dengan Alibaba. Sebuah layanan pencarian ritel eTao. Namun di sisi lain, Google memiliki saham 23% di Alibaba.