Pemerintah Amerika Serikat lewat Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Nasional (NHTSA), akan menerapakan kewajiban bagi mobil dengan model baru untuk dilengkapai kotak hitam pada September 2014. Alat perekam yang berada di mobil ini nantinya akan merekam kecepatan kendaraan, aktifasi gigi, dampak yang terjadi, penggunaan sabuk pengaman, dan data lain yang terkait dengan kecelakaan. Data tersebut akan membantu investigasi dan perusahaan pembuat kendaraan dalam memperbaiki pengaman dari kecelakaan seperti kantong udara dan sistem lainnya.

Penggunaan kotak hitam ini, sebetulnya sudah diujicobakan di tahun lalu. Karena dirasakan ini sangat penting bagi NHTSA untuk mengetahui proses kejadian jika terjadi kecelakaan. Maka, muncul tanda-tanda akan digunakannya kotak hitam tersebut.  Di lain pihak, NHTSA memperkirakan, dengan asumsi bahwa penjualan kendaraan tahunan naik menjadi 15,5 juta, angka penjualan mobil akan menunjukkan peningkatan biaya US$24,4 juta. Namun, langkah yang dilakukan oleh NHTSA tidak serta merta mulus tanpa halangan, tentu saja masalah utama di sini mungkin bukanlah biaya, melainkan privasi pengguna mobil.

Asosiasi Perusahaan Mobil (AAM), kamar dagang yang mewakili GM, Ford, Chrysler, Toyota, VW dan Mercedes-Benz mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan soal privasi tersebut.

“Alat perekam data peristiwa membantu teknisi memahami bagaimana mobilnya beraksi di dunia nyata, tetapi melihat ke depan, kami perlu memastikan bahwa privasi pelanggan tetap terjaga,” Kata Juru Bicara AAM Gloria Bergquist, seperti dilansir Ubergizmo.

Namun pihak NHTSA mengatakan bahwa alat ini tidak akan mengumpulkan data-data personal. Menurut NHTSA, alat tersebut tidak akan merekam percakapan di dalam mobil dan tidak akan berfungsi sepanjang waktu. Sekitar 96% mobil keluaran 2013 dan kendaraan besar lain sudah mengaplikasikan teknologi ini. Alat ini terdiri dari perangkat keras khusus serta perangkat lunak. Administrator di agensi keselamatan AS mengatakan, alat itu akan membantu pembuatan sistem keselamatan dan mencegah jatuhnya korban di masa depan.