Beberapa minggu lalu, publik di kejutkan dengan beredarnya iMac “made in America”. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Apple akan membangun beberapa industri manufaktur di negri asalnya tersebut.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, CEO Apple Tim Cook akhirnya menjawab spekulasi ini. Perusahaan mengkonfirmasi bahwa Apple memang sudah menggelontorkan sekitar US$100 juta untuk memproduksi iMac di Amerika Serikat. Apple memang tidak akan secara langsung menangani produksi, namun akan bekerjasama dengan perusahaan lain.

“Kami telah bekerja pada ini untuk waktu yang lama, dan kami semakin dekat dengan itu. Ini akan terjadi pada 2013,” kata Cook dalam wawancara dengan Bloomberg dan Businessweek.

Untuk membangun industri manufaktur di AS memang bukan perkara yang mudah. Kesejahteraan para pekerja sangat dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, biaya yang harus ditanggung perusahaan manufaktur di AS sangat tinggi. Tak heran jika banyak yang memilih memproduksi barangnya di luar negeri.

Jadi, bagaimana mungkin Apple meproduksi produknya di AS tanpa harus mendongkrak harga?  Jawabannya bisa jadi melalui otomatisasi tertinggi yang diusulkan oleh Steve Jobs ketika ia masih menjabat sebagai kepala Komputer NeXT. Dengan otomatisasi ini, keterlibatan tenaga manusia akan sangat minim.