Baru-baru ini, Mashable melaporkan belum ada browser untuk mobile yang digunakan secara aman. Hal ini seperti penelitian yang dilakukan oleh Georgia Tech dengan menguji kurang lebih sepuluh aplikasi browser untuk mobile. Penggunaan sepuluh browser tersebut sebagai penelitian disebabkan para pengguna mobile di AS, 90% gunakan perangkat itu.

Penelitian yang dilakukan, mendapati kesimpulan bahwa peramban-peramban yang ada untuk mobile saat ini tidak dilengkapi dengan icon khusus yang berfungsi sebagai indikator situs yang akan diakses aman atau tidak. World Wide Web Consortium (W3C) juga telah merilis standarisasi keamanan yang wajib diterapkan oleh perusahaan pembuat browser.

“Pengguna browser mobile lebih rentan mengakses situs phishing tiga kali lipat lebih besar dibandingkan pengguna PC,” ungkap peneliti dari Georgia Tech, Chaitrali Amrutkar. 

Asumsi para peneliti saat ini, banyak para pengembang browser untuk mobile sedang berlomba-lomba menciptakan tampilan yang terbaik namun mengesampingkan sisi sekuritasnya.