Tahukah anda jika wind farm dan bandara merupakan dua jenis infrastruktur yang tidak bisa saling berdekatan? Membangun wind farm di dekat bandara adalah sebuah kesalahan besar. Sebab sistem radar yang saat ini digunakan akan merusak pergerakan dari mata pisau turbin angin, sekaligus mengganggu sistem lalu lintas udara. Oleh karena itu, di banyak negara kedua proyek yang sama-sama membutuhkan wilayah luas ini seringkali bertabrakan.

Di Inggris, keberatan dari sektor penerbangan telah menunda pembangunan sekitar 40 proyek pembangki tenaga angin, yang akan menghasilkan sekitar 6GW kapasitas energi bersih. Permasalahan inilah yang coba dipecahkan oleh Aveillant, sebuah perusahaan teknologi asal Inggris.

Perusahaan ini telah mengembangkan sistem Radar Holographic canggih yang mampu membedakan antara pesawat dan mata pisau turbin angin. Dengan radar ini, masalah “perseteruan” klasik antara wind farm dan bandara dapat terselesaikan.

“Untuk sebagian besar, bandara yang mengajukan keberatan merencanakan untuk pengembangan pertanian angin di sekitar mereka dengan alasan keamanan,” kata CEO Aveillant, David Crisp.

Radar akan mendeteksi pesawat tradisional menggunakan antena berputar horizontal yang menyapu sinar radar untuk membaca setiap benda. Namun sistem Radar baru Holographic menggunakan array stasioner yang menerima sinyal radar dari segala arah secara terus menerus.

Teknologi “Radar Holographic” dapat ditambahkan ke sistem radar yang ada bandara itu. Setelah mempelajari lokasi turbin angin, pihak bandara dapat menghapus wind farm dari layar kontrol lalu lintas udara, sehingga pengendali hanya akan melihat kembali pesawat yang sebenarnya. Radar ini memang baru sebatas prototype. Dalam waktu dekat, Aveillant akan segera mengujinya pada wind farm sebenarnya yang lebih besar.