Satu lagi startup asal Indonesia menarik minta ventura asing. Bilna, startup di bidang e-commerce, yang khusus menjual perlengkapan bayi secara online, mendapat suntikan dana dari CyberAgent Ventures. CyberAgent Ventures adalah salah satu investor paling aktif di komunitas startup Asia Tenggara, khususnya melalui CA Asia Internet Fund I. Selain itu, East Ventures, investor asal Singapura, juga turut ambil bagian dalam pendanaan ini. Sayangnya pihak Bilna tidak menyebutkan angka investasi yang ditanamkan oleh  perusahaan investasi asal Jepang yang sebelumnya juga menanamkan modal kepada salah satu platform toko online terbesar di Indonesia, Tokopedia. Mereka memang aktif mencari para pengusaha startup berbakat dari seluruh wilayah Asia, hingga kini tercatat beberapa startup dari Jepang, Taiwan, China, Vietnam dan Indonesia sudah mendapat sentuhan investasi dari mereka.
Bilna termasuk startup baru di Indonesia. Ia didirikan 4 bulan lalu oleh Jason Lamuda dan Ferry Tenka, duo yang juga berperan membesarkan Disdus, situs yang dibeli Groupon pada April 2011. Bilna menjual beragam produk untuk orangtua yang memiliki bayi 1-4 tahun, termasuk susu formula, makanan, perlengkapan mandi, mainan, pakaian dan lain-lain.
Saat ini banyak situs e-commerce atau situs-situs lain yang beredar di internet tidak memasukkan fitur bahasa Inggris di dalamnya.

Bilna juga menawarkan jasa bebas antar untuk wilayah Indonesia. Pengembang Bilna paham bahwa saat ini kemajuan internet serta bisnis via internet mulai banyak digunakan masyarakat Indonesia. Mulai dari memaksimalkan situs jejaring sosial sampai penggunaan blog juga menjadi salah satu sarana berkembangnya e-commerce di Indonesia.

Tidak hanya itu saja, CyberAgent menjelaskan bahwa investasi ini direalisasikan karena investor mulai mempercayai iklim bisnis e-commerce di Indonesia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi, pemahaman masyarakat akan internet serta permintaan akan segala hal yang berhubungan dengan bayi dan anak-anak sangat tinggi juga menjadi landasan investor berani berinvestasi di Bilna.

Pihak Bilna mengatakan bahwa dana yang mereka peroleh nantinya akan dialokasikan untuk sisi marketing, rekruitmen, pengiriman barang dan memperbanyak barang-barang yang mereka jual. Sampai sekarang sudah ada 2000 lebih item di Bilna. Tenka juga percaya bahwa e-commerce Indonesia akan tumbuh pesat sekitar 3-4 tahun ke depan.