Menurut laporan Majalah Outcome yang dirilis 16 November 2012 dan dilansir dari Examiner.com, menyatakan bahwa etanol yang dicampur dengan gas minyak biasanya memiliki sifat agak berbeda dibanding bensin biasa. Baru-baru ini seperti  yang dilakukan oleh peneliti asal Universitas Michigan menemukan ada etanol yang berbasis cairan dan cenderung lebih aktif ketika dicampurkan dengan air. 

Saat ini, penelitian tentang hal itu sedang dilakukan dan dikaji secara mendalam oleh para peneliti. Ada beberapa laporan yang dihasilkan dari penelitian tersebut menunjukkan cara-cara yang bisa membahayakan etanol. Misalnya, peneliti Michigan bereksperimen dengan mengisi tangki dengan air dan menuangkan dalam campuran biofuel etanol. Rekaman video yang dibuat, menunjukkan sifat dari perilaku pencampuran antara kedua air dan campuran etanol. Sel konveksi muncul selama proses pencampuran di mana campuran air dan etanol telah bergabung bersama-sama. Panas yang dihasilkan ini yang mengubah kepadatan serta viskositas fluida. Ini menunjukkan keduanya tidak bercampur.

Meskipun sifat etanol  biodegradable, konsentrasi tinggi itu bisa menjadi racun. Tapi tidak hanya itu, emisi yang dilepaskan selama proses pencampuran, juga bisa berkontribusi terhadap polusi udara juga. Sebagai perbandingan, saat seorang ahli kimia atmosfer di Stanford University menunjukkan sebuah penelitian yang dilakukan dengan campuran 85/15 dari etanol-to-rasio bensin dapat menghasilkan gas berbahaya dan membahayakan penderita asma.