Baru-baru ini BUMN LEN Industri dan Pertamina bersinergi untuk membangun pabrik produksi sel surya di Rancaekek, Bandung. Proyek ini rencananya akan direalisasikan pada bulan Desember.

“Ini adalah usaha dan investasi yang akan dilakukan sehingga kita bisa memiliki industri energi terbarukan di Indonesia.,” Kata Direktur Utama LEN Industri, Abraham yang dilansir dari The Jakarta Globe. Namun, sayangnya dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah investasi, tetapi disebutkan bahwa proyek yang akan dibangun mampu memproduksi sel surya dengan kapasitas 60 megawatt.

Di sisi lain, peraturan presiden yang dikeluarkan pada tahun 2006 menyatakan bahwa energi surya harus mencapai antara 0,2 dan 0,3% dari penggunaan energi nasional pada tahun 2025, atau setara dengan 1.000 megawatt per jam.

Abraham juga menyatakan bahwa LEN berencana berinvestasi dalam peralatan navigasi bandara. “Kami akan membuat proposal untuk proyek navigasi bandara karena sejalan dengan fokus LEN. Kami akan melakukan hal ini dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Abraham menyebutkan bahwa pada 28 November perusahaan akan memperkenalkan produk-produk buatannya yang bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Keahlian LEN Industri, menurut presiden perusahaan, terletak pada signage kereta api, navigasi laut, energi terbarukan, peralatan komunikasi militer dan sistem kontrol.