Seperti yang diketahui bahwa penelitian tentang alga atau ganggang dapat dijadikan sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Di Amerika, Presiden Barack Obama mempromosikan penggunaan alga sebagai alternatif pengurangan penggunaan minyak bumi. Namun hal tersebut masih menjadi “keraguan” dikarenakan belum bisanya memproduksi dalam skala besar. 

“Biofuel yang terbuat dari bahan baku alga memang bisa dijadikan sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan. Namun, hal itu belum bisa dibuat saat ini dalam skala besar terkait bahan baku yang digunakan,” seperti yang ditulis oleh US National Research Council, TheNews.   

Seorang ahli ilmu faal mikroba, Hunter Cevera pun mengatakan bahwa pembuatan bahan bakar dari Alga dalam skala besar bukan tidak mungkin terjadi. Namun kendalanya saat ini adalah bahan baku yang diperlukan masih belum berkelanjutan.  

“Algal biofuel masih perlu dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara The National Research Council dalam laporannya mengatakan bahwa pemerintah harus melanjutkan penelitian pada biofuel alga serta teknologi lain yang mengurangi penggunaan minyak.

“Laporan hari ini menguraikan perlunya penelitian lanjutan dan pengembangan untuk membuat biofuel alga berkelanjutan dan tentunya dengan biaya-kompetitif, tetapi juga menyoroti potensi jangka panjang teknologi,” kata Juru Bicara The National Research Council, Jen Stutsman.