Baru-baru ini Aliansi Biofuel Sedunia (GRFA) menyerukan  kebijakan yang memastikan biofuel adalah bagian yang tumbuh dari energi masa depan dunia.

“2012 adalah ‘Tahun Internasional Energi Berkelanjutan untuk Semua’ dan merupakan waktu yang ideal untuk peserta Forum Energi Dunia untuk mendorong lebih kebijakan bahan bakar yang ramah,” kata, juru bicara  Aliansi Biofuel Sedunia, Bliss Baker.

Dia pun melanjutkan bahwa dunia tidak harus terus menerus mengandalkan minyak bumi. Sementara isu lingkungan pun kian memprihatinkan. Menurut GRFA, bahan bakar bio menyumbang USD277.300.000.000 pada perekonomian global dan didukung hampir 1,4 juta pekerjaan pada tahun 2010.

Produksi etanol di tahun ini diperkirakan akan mengurangi Green House Gas (GHG) emisi sebesar 100 juta ton global. Ini adalah pengurangan 276.000 ton gas rumah kaca per hari, yang setara dengan sekitar 20,2 juta mobil yang diambil dari jalan per tahun.

Tahun lalu Badan Energi Internasional merilis mengenai teknologi Roadmap – Bio-bahan bakar untuk transportasi, yang menyatakan bahwa bahan bakar bio bisa membuat 27% dari bahan bakar transportasi dunia pada tahun 2050, menghilangkan 2,1 gigaton emisi CO2 dan tidak membahayakan ketahanan pangan. Baru-baru ini IEA menyerukan bahan bakar bio untuk diproduksi dua kali lipat sehingga tujuan pengurangan CO2 bisa dipenuhi pada tahun 2020.