Dikabarkan perusahaan asing yang telah bekerjasama dengan Indonesia terkait pengembangan power plant energi surya, First Solar, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah pusat global operasi di mana pembangkit listrik tenaga surya dan program pemeliharaan (O & M) dapat dipantau, dioperasikan dan terhubung ke jaringan serta pelanggan. 

Menurut perusahaan, dengan cara ini dapat memaksimalkan output daya dan meminimalkan biaya pemeliharaan bagi pelanggan. 

“Kami tahun pengalaman dan investasi telah memungkinkan kita untuk membangun sistem berpemilik yang memungkinkan kita untuk mengoptimalkan pembangkit listrik. Serta meminimalkan biaya dan risiko,” kata Wakil Presiden O & M, Bob Callery yang dilansir dari Renewable Energy Magazine. 

Pusat teknologi ini terletak di Mesa, Arizona di Amerika Serikat. Hal ini dirancang untuk menjadi scalable untuk mengakomodasi armada global yang terus meningkat dari pembangkit listrik tenaga surya yang  dikelola First Solar dalam program O&M.

Saat ini perusahaan yang akan bekerjasama dengan Indonesia telah mengoperasikan 14 power plant  dengan total kapasitas 460 MW . Angka-angka tersebut diprediksikan akan meningkat dengan total kapasitas 850 MW dari kapasitas akhir tahun, dan 27 power plant dengan 2.200 MW dari kapasitas pada tahun 2013.