Sepertinya Indonesia tak mau kalah dengan negara-negara lain terkait energi terbarukan. Dikabarkan oleh beberapa media PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) telah menandatangi perjanjian pengembangan energi surya pada kapasitas 100MW dengan sebuah perusahaan asing yaitu First Solar (FSLR). 

“Indonesia sangatlah membutuhkan sumber daya energi yang hemat dan juga dapat diandalkan. Oleh karena itu, kerja sama dengan PJB Services ini dapat dijadikan sebagai solusi ideal bagi Indonesia,” kata Senior Manager Business Development and Sales First Solar Asia Tenggara, Won Park.

Dalam perjanjian tersebut mencangkup pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian pembangkit listrik bertenaga surya ini. Sayangnya, perusahaan asing tersebut tidak mengungkapkan di mana proyek akan dibangun atau berapa banyak investasi yang akan dikeluarkan. Indonesia mengatakan pihaknya ingin memperluas penggunaan tenaga surya dan sumber energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.