Angka konsumsi terigu yang tinggi dan tidak mungkinnya gandum tumbuh di Indonesia, membuat pemerintah sangat tergantung dengan terigu impor. Tentu saja ini bukan hal yang bagus bagi perekonomian Indonesia.

Tantangan tersebut dijawab dengan inovasi pangan yang diciptakan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Para peneliti muda ini berhasil menciptakan tepung yang terbuat dari bahan dasar Singkong. Lewat ajang Technopreunership Pemuda 2012 tingkat nasional yang diadakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

di Intitut Teknologi Bandung (ITB).
Tim yang diketuai oleh Slamet Sulistiadi dan beranggotakan Deny Muldiyanto dan Maslikan tersebut berhasil menciptakan menciptakan terigu alternatif yang berbahan baku singkong.  Produk yang disebut sebagai tepung singkong modifikasi atau MOCAF (Modified Cassava Flour) Cap Sang Jenderal ini diharapkan mampu menggeser gandum sebagai bahan baku terigu yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Tim ini menjamin Mocaf buatan mereka tidak berbau dan tidak berasa singkong asli. “Dengan teknologi kearifan lokal sederhana, kami menjadikan Mocaf tidak berbau dan tidak berasa singkong serta warnanya putih seperti tepung terigu,” kata Slamet. Selain itu dalam pembuatannya memanfaatkan limbah dari pasar sebagai media kultur bakteri asam laktat.  Dengan limbah tersebut, bakteri asam laktat diperbanyak dan dihidrolisis selolusanya lebih maksimal sehingga hasil tepung Mocafnya bagus.

“Teknologi kearifan lokal yang kami gunakan adalah dengan menggunakan tempayan (keramik tanah) dimana penggunaan tempayan ini akan menghasilkan bakteri asam laktat, antibakteri, antikanker, dan antioksidan yang lebih banyak dalam tepung Mocaf dibanding dengan menggunakan wadah lainnya,” imbuhnya.

Slamet menjelaskan, dalam proses pembuatannya juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya, justru limbah padat dari pembuatan Mocaf bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat dimanfaatkan untuk biogas.

Mocaf memiliki potensi paten dan dapat digunakan untuk berbagai produk kue basah, kue kering, dan bahkan aman untuk penderita autis, di mana penderita autis dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung glutein seperti tepung terigu.

Mocaf hasil inovasi para mahasiswa Unsoed ini memiliki potensi paten dan dapat digunakan untuk berbagai produk kue basah, kue kering, dan bahkan aman untuk penderita autis, dimana penderita autis dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung glutein seperti tepung terigu.