Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa investasi di teknologi energi terbarukan dunia terus meningkat stabil pada tahun 2011, dengan total investasi baru energi terbarukan mencapai USD257.000.000.000, naik dari USD220 miliar di 2010. Menurut penelitian dari Worldwatch Institute dan Program Energi (worldwatch.org) di tahun ini ditandai dengan investasi bersih dalam untuk kapasitas daya energi  terbarukan adalah USD40 triliun lebih besar daripada investasi dalam kapasitas bahan bakar fosil.

Investasi total energi terbarukan di negara-negara industri pada tahun 2011 menyumbang 65 persen dari investasi global, meningkat 21 persen menjadi  USD168 triliun secara keseluruhan. Sebaliknya, 35 persen dari investasi baru global yang berada di negara-negara berkembang meningkat 10 persen menjadi USD89 triliun. Dari jumlah itu, China, India, dan Brasil dicatat sebesar USD71 miliar pada total investasi. Investasi di India tumbuh 62 persen di 2010 – ini merupakan laju pertumbuhan tertinggi dalam suatu negara. Pada 2011, dalam tingkat instalasi energi terbarukan walaupun negara-negara industri paling dominan (tidak termasuk R&D), namun di 2010 investasi energi terbarukan di negara berkembang patut diacungi jempol, sebab ini merupakan pertama kalinya negara berkembang melampaui negara industry.

Di sisi lain, menurut pemberitaan dari Enews Park Forest, perkembangan yang paling utama pada tahun 2011 didominasi tenaga surya. Sementara untuk Biofuel, menduduki peringkat  kedua dalam teknologi energi terbarukan, menarik total investasi keempat tertinggi pada tahun 2011 sebesar USD 6,8 miliar diikuti oleh USD 5,8 miliar untuk hidro kecil dan USD2,9 miliar instalasi panas bumi. Teknologi energi kelautan hanya menerima USD200 juta, karena energi ini belum digunakan secara komersial.

Diprediksikan oleh Badan Energi Internasional bahwa 90 persen dari pertumbuhan permintaan energi global selama 25 tahun ke depan akan datang dari negara-negara berkembang. Investasi di bidang energi terbarukan sudah merupakan bagian utama yang dirancang untuk membantu negara-negara berkembang memenuhi tantangan pembangunan. Investasi baru yang signifikan dalam sumber energi bersih akan diminta untuk mengurangi porsi bahan bakar fosil dalam total konsumsi energi primer dunia untuk menjaga emisi gas rumah kaca cukup rendah untuk menjaga perubahan suhu global dalam skenario pemanasan 2 derajat Celsius. Menurut perkiraan IEA, dibutuhkan sekitar USD48 triliun per tahun untuk menyediakan akses listrik universal yang modern di 2030.