Tak banyak orang yang kenal dengan miliuner asal Amerika Serikat (AS) ini, selain para gamer, pengguna media sosial dan pecinta informasi teknologi (IT. Tapi, saat ini dia tak sekaya dulu. Saat game-game besutan perusahaanya laku di pasaran, atau puncaknya sekitar awal tahun ini ketika saham Zynga (ZNGA) diperdagangkan di atas USD 14,50 per lembar, saham milik Pincus sebanyak 94,5 juta lembar bernilai USD 1,3 miliar (Rp 120 triliun).

Namun semua itu berbalik 180 derajat hanya dalam waktu tujuh bulan alias setengah tahun lebih sedikit, kekayaannya merosot menjadi hanya USD 250 juta (Rp 2,25 triliun) saja. Ini berarti, kekayaannya hilang Rp 90 triliun dalam tujuh bulan, setara Rp 36 miliar setiap harinya, atau Rp 1,8 miliar setiap jam. Alhasil, nilai asetnya di saham Zynga sudah melorot lebih dari 80%. Tapi ia bukan pemegang rekor dalam hal kehilangan harta dalam waktu singkat. Rekor itu saat ini masih dipegang oleh Eike Batista, miliuner asal Brasil yang kehilangan USD 6 miliar (Rp 54 triliun) hanya dalam waktu 48 jam saja.

Pada posisi kedua ada Sheldon Adelson yang hartanya merosot USD 25 miliar (Rp 225 triliun) hanya dalam beberapa bulan menjelang krisis ekonomi global tahun 2008 lalu. Kehilangan harta besar-besaran di industri jejaring sosial ini merupakan lampu kuning bagi investor. Ambil contoh, Mark Zuckerberg yang kehilangan lebih dari USD 9 miliar, atau koreksi saham Groupon yang cukup dalam.