Berdasarkan pemberitaan dari Techmeme menyebutkan bahwa raksasa telekomunikasi China yang memperluas pasarnya di AS diduga menimbulkan ancaman keamanan nasional dan mungkin telah melanggar undang-undang AS. Hal ini berdasarkan dari penyelidik kongres intelejen AS.

Selama setahun, penyelidikan dilakukan oleh komite intelejen menyimpulkan perusahaan Huawei Technologies dan  ZTE  diduga menimbulkan risiko keamanan untuk AS karena peralatan mereka dapat digunakan untuk memata-matai warga Amerika.

Dalam sebuah laporan yang disiarkan hari ini, komite merekomendasikan bahwa akuisisi blok AS atau merger yang melibatkan dua perusahaan melalui Komite Investasi Asing di Amerika Serikat ini juga merekomendasikan bahwa pemerintah AS menghindari menggunakan peralatan dari perusahaan-perusahaan, dan bahwa perusahaan-perusahaan AS berusaha alternatif vendor untuk peralatan telekomunikasi.

Tudingan itu kemungkinan akan menambah ketegangan dengan China. Militer Amerika dan para pejabat intelijen telah lama memperingatkan bahwa Cina merupakan ancaman cyberespionage untuk sistem pertahanan AS dan perusahaan-perusahaan di AS. Pejabat pemerintah enggan untuk menyuarakan kekhawatiran publik karena takut kemarahan China.

Sementara itu, pihak ZTE melalui Direktur Perusahaan Urusan Publik ,David Dai mengatakan bahwa statusnya sebagai perusahaan publik telah memastikan bahwa itu adalah transparan tentang praktik dengan masyarakat dan komite intelijen. “ZTE telah menetapkan standar baru bagi kerjasama oleh perusahaan Cina dengan penyelidikan kongres,” katanya.