Berawal dari ide yang sederhana ketika Founder dan CEO PT Joy-Fresh International Achmad Ferdiansyah melihat bahwa pemanas yang digunakan oleh beberapa catering menggunakan bahan spirtus yang terkadang menimbulkan bekas terbakar di tempat pemanasnya, hal ini menuntutnya untuk membuat sebuah inovasi yaitu green flame.

“Awal mula itu saya melihat bahwa bahan spirtus yang digunakan catering terkadang menimbulkan bekas di alat pemanasnya itu. Sehingga butuh inovasi. Solusinya akhirnya saya kalengkan spirtus-spirtus tadi tapi tidak hanya sekedar dimasukan saja, tapi sudah dikentalkan atau di gel kan,” kata Ferdi.

Pengembangan selanjutnya yang dilakukannya adalah membuat stove yang cocok dengan green flame buatannya. Usaha-usaha yang dilakukannya tidak serta merta langsung membuahkan hasil, misalkan saja kendala yang didapatkannya untuk membuat green flame tersebut.

“Yang jelas pada awal mulanya pembuatannya pasti ada kendala. Seperti halnya sulitnya bahan baku dan proses pembuatan yang lama. Namun saat ini sudah ada cara yang tepat seperti formulasi yang didapatkan untuk mempercepat proses pembuatan dan tentunya kemudahan bahan baku,” ujar pria lulusan ITS.

Berbicara mengenai target pasar, ia menuturkan bahwa untuk Green Flame pasarnya adalah restoran, hotel, dan katering. Namun jika sudah dengan menggunakan kompor, maka pasarnya akan berbeda. “Kalau sudah menggunakan kompor, kami langsung ke end user-nya. Seperti TNI, POLRI, pecinta alam, pramuka, dan anak kost,” ungkapnya yang juga salah satu pemenang dari Mandiri Young Teknopreneur 2011.

Terkait investasi awal, katanya, perlu menggelontorkan dana sekitar Rp10 juta. “Sebetulnya investasi yang kami lakukan tidak besar dan tentunya bertahap. Dulu menggunakan modal pribadi sekitar Rp10 juta sebagai investasi awal kami. Dan saat ini omzet yang kami dapatkan rata-rata per bulan bisa mencapai Rp40-50 juta,” tutupnya.