Tim ilmuwan internasional telah menemukan bukti yang mendukung teori bahwa orang-orang yang mengalami alergi-alergi dapat mengurangi resiko yang mengkontraksi bentuk kanker yang serius yang akan tumbuh dalam otak.

Dalam penelitian itu yang dipublikasikan secara online dalam Journal of the National Cancer Institute, para periset menganalisis sampel-sampel darah yang tersimpan dari pasien pria dan wanita, yang kemudian dapat mengembangkan glioma yang terbentuk dari sel-sel glial. Mereka menemukan bahwa subyek-subyek yang memiliki sampel-sampel darah yang mengandung antibodies terkait alergi, hampir memiliki setengah resiko yang dapat mengembangkan tumor-tumor ini dalam dua dasawarsa kemudian, dibanding  mereka yang tidak memiliki indikator-indikator alergi.

“Ini merupakan penemuan penting”, kata Judith Schwartzbaum, yang memipin penelitian ini, dan merupakan professor asosiat dari epidemiologi di Ohio State University.

Bisa jadi bahwa bagi orang-orang yang beralergi, tingkat-tingkat yang lebih tinggi dalam sirkulasi antibodies mampu menstimulasikan sistem imun, sehingga mampu memperendah resiko glioma. Tiadanya alergi menjadi faktor resiko yang paling kuat untuk mengidentifikasi tumor otak ini, dan masih banyak yang harus dipahami tentang bagaimana asosiasi ini bekerja.

Penelitian itu menyingkapkan bahwa resiko yang berkurang lebih banyak ditemukan di kalangan wanita daripada di kalangan pria, sehingga memperkuat teori bahwa ada sesuatu tentang alergi-alergi yang mengurangi resiko berkembangnya bentuk kanker ini.  Semoga berbahagialah kaum wanita yang beralergi.