SAS memberikan dukungan kepada Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk merespon permasalahan kompleks dalam isu sektor publik melalui statistik. Bagaimana memanfaatkan statistik dan big data menjadi salah satu agenda pembahasan utama pada Statistika Ria Ke-8 yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor tanggal 29-30 September 2012. Selama 36 tahun, SAS telah membantu pemerintah untuk lebih memahami negara mereka, meningkatkan pelayanan bagi warga negara serta meningkatkan perekonomian.

Country Manager SAS Indonesia, Erwin Sukiato menuturkan bahwa SAS akan terus berkomitmen untuk mendukung Departemen Statistika IPB sebagai bagian dari SAS Akademik Program sejak 2011 lalu. 

“Misi program tersebut adalah membantu universitas dalam memberdayakan para profesional muda bidang statistik sebagai penerus masa depan melalui teknologi yang sejalan dengan lingkungan business analytics. Kami sangat mendukung Statistika Ria Ke-8 untuk membangun lulusan statistik berkualitas yang memahami pentingnya analytics dan meningkatkan produktifitas mereka pada kompetisi global,” katanya saat acara konferensi persnya di Bogor.

Selain Erwin Sukiato yang datang, acara pers konferensi tersebut, dihadiri pula oleh Consulting and Services Manager SAS Indonesia Kristianus Yulianto, Ketua Departemen Statistika IPB Hari Wijayanto, Departemen Statistika IPB Asep Saefudin, dan Ketua Panitia Statistik Ria ke-8 IPB Alan Duta Dynasti. 

Hari Wijayanto mengatakan bahwa pihak IPB sudah mengenalkan SAS pada mahasiswanya sejak lama, walaupun SAS Indonesia baru 10 tahun berdiri. Sementara itu Asep Saefudin menambahkan bahwa SAS di IPB diperkenalkan beberapa bulan setelah berdiri di AS pada 1976.

“Yang memperkenalkan SAS di IPB pada waktu itu Andi Hakim Nasution,” kata Asep Saefudin. Dia menambahkan bahwa saat ini di semua departemen di IPB menggunakan SAS, karena kecepatan analitisnya.

Selain itu pula, lebih dari 300 akademisi dan praktisi statistik akan mendiskusikan tentang bagaimana menganalisa big data yang terus bertambah banyak – terutama dalam sektor publik – melalui analytics. Salah satu topik pembahasan antara lain peran penting analytics dalam mewujudkan smart government dan bagaimana penanganan big data yang terus bertambah.