Nama Henry Ford barangkali tidak asing lagi di benak kita. Begitu pula jika kita mendengar sebutan rumah sakit. Namun sebuah rumah sakit di Amerika yang dimiliki Henry Ford, dan  bernama West Bloomfield Hospital memiliki manfaat dan keunikan tersendiri. Ford tidak lengah untuk mengikuti paradigma baru mengenai pertanian  berkelanjutan yang berfokus pada produk pertanian organik. Apa pun motif yang melatarbelakangi sepak terjangnya sebagai korporasi besar, namun melihat langkahnya dengan mendirikan rumah sakit dengan ciri tersendiri, kita perlu angkat topi.

Di dalam komplek rumah kaca seluas 80 ha, yang berharga $1 juta ini, mencakup sebuah pusat pendidikan yang sepenuhnya dibiayai oleh donor yang tak mau diketahui namanya. Program-program pendidikan yang diberikan tentu saja menyangkut hal-hal yang bersifat klinis untuk berbagai peserta, termasuk anak-anak, agar dampaknya secara signifikan bisa mengatasi wabah kegendutan.
Michelle Lutz, seorang petani perempuan setempat, telah diberikan tanggung jawab untuk mengelola pertumbuhan berbagai tanaman pangan, mulai dari tomat, buncis, selada, terong, ketimun, lada, strawberry, bumbu-bumbu masakan dan lain-lain.
Lutz memiliki pengalaman selama 16 tahun sebagai mitra-pemilik sayur-mayur organik bersertifikat, Maple Creek Farm di Yale, Michigan.

Sebenarnya gagasan untuk mendirikan rumah kaca dan mempekerjakan seorang petani setempat, diilhami oleh Gerard  van Grinsven, presiden dan CEO rumah sakit tersebut. “Tujuan saya adalah menjadi sebuah model nasional mengenai bagaimana pendidikan yang baik dapat memperbaiki kesehatan dan mengurangi biaya-biaya perawatan, dengan cara memberikan sumber-sumber daya bagi orang-orang untuk memperoleh kesehatan yang optimal,” kata van Grinsven.

Lutz memberikan masukan mengenai jenis tanam-tanaman dan penanaman bibit-bibit organik, serta  mengelola pertumbuhannya yang diperlukan bagi rumah kaca. Menurut Lutz, dengan menggunakan bahan-bahan pangan organik ini, maka diproyeksikan dapat mengurangi biaya-biaya pangan bagi rumah sakit tersebut sekitar lebih daripada $20,000 per tahun, sementara para pasien dapat menikmati makanan-makanan yang sehat.
Perlu diperhatikan pula bahwa rumah-kaca ini menggunakan hydroponics, yakni tanam-tanam yang tumbuh di dalam air, dan di tanah, sehingga dapat memaksimalkan diversitas (keanekaragaman), dan dapat memanfaatkan ruang-ruang lainnya untuk perawatan pasien, kegiatan staf dan para pengunjung. Beberapa fasilitas dan percontohan yang dapat menimbulkan daya tarik bagi para pengunjung untuk menjaga dan memelihara kesehatannya dengan mengkonsumsi pangan organik tentu saja tersedia.

Idealisme dan tujuan yang sangat berharga dari rumah sakit Henry Ford West Bloomfield ini rasanya perlu kita teladani, sehingga sosialisasi pangan organik yang tanpa rekayasa kimiawi semakin meluas, dan masyarakat akan terbiasa untuk menikmati makanan organik yang lezat dan sehat.