Berawal dari keinginan badan luar angkasa Eropa, European Space Agency (ESA) terkait pencarian pengganti Plutonium-238 sebagai  material bahan bakar pesawat luar angkasa yang saat ini hanya terdapat di Amerika Serikat dan Rusia. Walhasil, laboratorium Nuklir Nasional Inggris dikabarkan telah menemukan hasil risetnya tentang pemanfaatan limbah nuklir dapat didaur ulang dan dimanfaatkan untuk menjadi material bahan bakar pesawat luar angkasa pengganti Plutonium-238. 

Selain itu juga laboratorium itu telah memanenkan bahan sisa pembunganan reaktor nuklir yang bernama Americium-241. Panas yang dihasilkan oleh Americium-241 diketahui dapat digunakan sebagai baterai untuk sumber tenaga pesawat luar angkasa. Sebelumnya, badan luar angkasa Eropa, European Space Agency (ESA) ini telah memprediksikan bahwa Americium 

Di samping itu juga, Amecirium-241 mampu menetralisir keadaan di ruang angkasa. Panas yang dihasilkan oleh Amecirium-241 dapat digunakan sebagai pemanas di tengah dinginnya ruang angkasa, serta memberikan panas kepada sistem listrik pada pesawat luar angkasa. Cara ini sebelumnya juga telah digunakan pada mobil rover penjelajah Curiousity yang tengah ‘bertugas’ di Mars.

Dilaporkan oleh inilah, setiap baterai nuklir hanya membutuhkan lima kilogram material. Hal tersebut mengindikasikan bahwa program nuklir Inggris bisa menyediakan semua kebutuhan ESA di masa mendatang. Selain sebagai material untuk baterai pesawat ruang angkasa, Americium-241 juga telah menarik negara lain, meski untuk tujuan berbeda. China dan India, misalnya. Kedua negara ini tertarik menjadikan material ini sebagai pelampung yang dapat memonitor kondisi laut di masa yang akan datang.