Mungkin dari  kita belum mengenal sosok Rustono ini. Rustono adalah pengusaha Indonesia yang sukses membangun pabrik tempe di Jepang. Dua hari yang lalu ia menjadi pembicara dalam Dialog MONOZUKURI dengan tema `IDE SEDERHANA BERDAMPAK LUAR BIASA! di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptndo), yang didukung Ikatan Alumni Trainee (IKAT) Indonesia, Mitsubishi KM, Path Indo Tours and Travels, Nishi-Nippon Junior College, Bank BTPN, Bank Bukopin, dan dikoordinasikan oleh Japan Indonesia Kaizen Center (JIK-C).

Rustono yang dikenal sebagai Raja Tempe ini telah sukses membangun pabrik tempe di negeri Sakura, Jepang dengan kapasitas produksi 200 gram bungkus tempe sebanyak 16,000 bungkus dalam 5 hari. Pemasarannya tersebar di swalayan, sekolah, perusahaan jasa boga, dan rumah sakit di 490 kota di seluruh Jepang. Dalam perjalanannya mampu mengubah kebiasaan Jepang untuk suka makan tempe.

Pria dari Grobogan, Jawa Tengah ini belajar dari 60 dari 100 pengusaha tempe yang menerimanya di seluruh Pulau Jawa, dan setelah melewat proses trial dan error serta mengumpulkan modal dengan bekerja di pabrik makanan, akhirnya setelah 4 tahun berhasil membangun pabrik tempe di lahan seluas 1000 m² di pinggir hutan dan bermata air di Katsuragawa, 30 km dari Kyoto. Kini dia pun sedang mempersiapkan pabrik baru di atas lahan 2000 m² dan mempunyai rencana ekspansi bisnis tempe ini ke Jerman, Polandia, Korea, Perancis dan Amerika Latn.

Turut menjadi pembicara dalam kegiatan ini adalah Luisa Velez, seorang pengusaha tempe berkewarganegaraan Mexico, yang terbang dari Mexico ke Jakarta untuk sharing pengalaman membangun industri tempe di Mexico. Kecintaan Luisa Velez terhadap tempe berawal dari 9 tahun yang lalu ketka Luisa harus tnggal di Bali beberapa bulan untuk mempelajari seni tari dan makanan yang ia konsumsi setap harinya ialah tempe. Sepulangnya dari Indonesia, Ia merasa rindu akan mengkonsumsi tempe hingga ia memutuskan untuk menjadi ahli nutrisi spesialisasi fermentasi.

Hingga saat ini ia sudah mengkreasikan tempe dengan beraneka jenis dan tentunya memperkenalkan bahwa tempe ialah warisan asli Negara Indonesia hadiah untuk dunia, salah satunya adalah Cheese Cake dengan Tempe. “Tempe is the gif from Indonesia to the world”, ”Tempe have a magical taste which Mexicans never rejected it” begitu tuturnya yang dilansir dari siaran persnya. Tak luput bapak Rustono merupakan motvator bagi Luisa untuk terus mengenalkan dan menjual tempe ke seluruh dunia. Ia pun membela-bela datang ke Indonesia juga untuk menemui Rustono. “Memakan dan mengenal tempe merupakan anugerah untuk saya”, di akhir sharingnya, dimana Tempe telah menentukan jalan hidupnya, memberikan dia penghidupan, dan juga menyehatkan gizi penduduk di Mexico.

Hayono Isman, Mantan MenPoRa  dan sebagai Penasihat dari Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (GaKopTIndo)pun hadir dalam acara tersebut. Pada saat itu Rustono memberikan masukan kepada beliau bahwa Tempe harus menjadi produk yang mempunyai nilai tambah yang lebih tnggi, karena bagaimanapun masyarakat akan membeli produk tersebut. Dengan nilai tambah lebih tnggi maka petani kedelai bisa lebih sejahtera, mengurangi impor, dan masyarakat bisa lebih menghargai produk tempe.