Para produsen energi solar sedang berpacu untuk menemukan cara-cara baru yang dapat membuat sistem mereka lebih efisien dalam berkompetisi dengan energi angin dan pabrik-pabrik pengolah bahan bakar fosil yang ada. Salah satu cara adalah memiliki panel-panel yang mengikuti sinar matahari, seakan-akan melintasi langit. Sebuah robot baru yang kecil dari Qbotix menyusuri sepanjang lapangan yang digunakan untuk menegakkan panel-panel solar. Robot itu mampu mengatur dan menyesuaikan sudut (angle) panel-panel untuk menyedot sinar matahari yang terpanas.

Hingga kini panel-panel hanya dalam posisi yang tetap, biasanya menghadap ke selatan bagi orang-orang yang berada di Hemisphere bagian utara. Atau menggunakan rotator otomatis yang tidak akurat. Qbotix yang berkekuatan baterai, yang merupakan robot terkendali secara GPS dapat menghampiri satu panel ke panel yang lain, memeriksa setiap panel, dan membuat penyesuaian dengan dua aksis, setiap 40 menit.

Menurut Wasiq Bokhari, CEO dan pendiri QBotix, Inc., robot ini cukup tangguh, tahan terhadap air dan debu, serta dapat beroperasi dalam temperatur yang tinggi. Biaya untuk per wattnya hanya $0.02. Selain beberapa kelebihan itu, ia juga memiliki kapabilitas komunikasi dan transmit data secara regular pada setiap tracker (pengikut jejak).

Dengan demikian, QBotix memiliki solusi solar inovatif yang memaksimalkan output dan memperendah biaya-biaya keseimbangan sistem pada instalasi PV yang dilandaskan di lapangan.

Tampaknya para investor dan kapitalis di negara-negara maju selalu siap untuk terjun dalam bidang apa pun yang dipandang menguntungkan, apalagi yang memiliki tren mendunia. Kini giliran energi terbarukan, tidak luput pula dalam incaran, yang didukung pula oleh inovasi teknologi.