Microsoft Indonesia meluncurkan peranti lunak untuk server Internet, Windows Server 2012, di Jakarta, Rabu (19/39), setelah diluncurkan secara global pada 4 September. Windows Server 2012 merupakan pembaruan dari peranti lunak sebelumnya, yaitu Windows Server 2008 versi R2.

“Perbedaan Windows Server 2012 dengan pendahulunya terletak pada skalabilitas dengan mendukung hingga 64 prosesor virtual dan RAM sebesar satu terabit,” kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Andreas Diantoro.

Selain itu elastisitas peranti lunak itu dalam menampung berbagai aplikasi di dalam komputasi awan (cloud) diluar kemudahan ketika akan berpindah dari satu server ke server lain juga membedakan Windows Server 2012 dengan pendahulunya.

Windows Server 2012 ditargetkan membidik market para pengguna dari berbagai sektor industri yang membutuhkan pusat data seperti instansi pemerintah seperti Badan Pusat Statistik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, ataupun Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Meski tidak menyebut secara rinci target jumlah pengguna Windows Server 2012 di Indonesia, Andreas mengatakan pengguna Windows 2008 telah mencapai seribu mitra. Microsoft menyebut Windows Server 2012 dengan Windows Azure menyediakan pusat data komputasi awan bagi privat maupun publik.