Demi menjalankan aturan main yang telah ditentukannya sendiri, situs jejaring sosial Facebook mengadakan pembersihan besar-besar akun para penggunanya. Dari sekitar 950 juta lebih pengguna, Facebook membuang 5,6 juta akun dari situsnya.
Apa pasalnya hingga Facebook berbenah sedemikian rupa? Ternyata akun yang dihapus milik anak-anak yang sebenarnya belum boleh menggunakan Facebook. Berdasarkan Children’s Online Privacy Protection Act (Coppa), Facebook dan kebanyakan situs jejaring sosial lain, tidak mengizinkan pengguna berusia di bawah 13 tahun menggunakan layanan mereka.

Situs berita Reuters, Kamis (20/9/2012) lalu mengabarkan, aturan ini bertujuan menghentikan pelaku kejahatan cyber mencuri informasi pribadi anak-anak atau menggunakan data mereka untuk beriklan. Isu ini berkaitan dengan aturan baru yang ditetapkan Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat, agar perusahaan dan website berhenti menyasar pengguna anak-anak.

Facebook sendiri dinilai menunjukkan kemajuan dalam mengidentifikasi pengguna anak-anak lalu ‘mendepak’ mereka dari layanannya. Hasil penelitian Consumer Reports Juni silam memperlihatkan, Facebook menghapus sebanyak 800 ribu pengguna di bawah 13 tahun melalui proses penyaringan berjenjang. Studi ini juga memperkirakan, 5,6 juta anak-anak yang menggunakan Facebook di antaranya termasuk mereka yang membuat akun dengan bantuan orangtuanya.