Kurang lebih pertengahan tahun yang lalu, WHO (World Health Organization) mengeluarkan peringatan resmi, bahwa menggunakan telpon selular dapat menimbulkan carcinogenic (segala sesuatu yang menyebabkan kanker) bagi manusia.

Badan riset kanker WHO menyatakan bahwa penggunaan telepon selular dan peralatan komunikasi tanpa kabel “mungkin menimbulkan carcinogenic bagi manusia”.
Medan-medan elektromagnetik frekuensi radio yang ditimbulkan oleh peralatan-peralatan semacam itu dianggap sebagai agen-agen kanker yang potensial, “yang didasarkan pada peningkatan risiko mengenai glioma, sebuah tipe malignant (yang sangat jahat) dari kanker otak,” demikan sebuah pernyataan dari the International Agency for Researh on Cancer (IARC).

Sekelompok ahli bertemu di kota Lyon, Prancis, selama delapan hari “ telah mencapai klasifikasi yang didasarkan pada tinjauannya mengenai bukti yang berasal dari penelitian-penelitian epidemiological,” kata Jonathan Samet, presiden kelompok kerja.

Secara khusus, ada dua penelitian paling besar yang pernah dilakukan pada akhir dasawarsa ini, yang memberikan bukti bahwa penggunaan telepon selular berhubungan dengan tingkat glioma yang lebih tinggi, “khususnya bagi mereka yang menggunakan telepon selular paling intensif,” begitulah kata Samet.

Sejumlah individual yang dijajaki dalam penelitian-penelitian ini telah menggunakan telepon selular selama 10-15 tahun. Ada kira-kira 15 milyar telepon selular yang terdaftar di dunia ini. Dan kita tidak tahu apa yang terjadi ketika orang-orang menggunakan telepon selular dalam periode yang lebih lama, mungkin dalam seumur hidupnya.  IARC menyatakan adanya bukti-bukti mengenai peningkatan risiko glioma, dan bentuk lain dari kanker otak yang dinamakan acoustic neuroma. Tetapi pada saat ini tidak secara jelas menyatakan bahwa penggunaan telepon selular menyebabkan kanker dalam tubuh manusia. IARC memang tidak mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi secara formal, tetapi menunjukkan sejumlah cara bagi para konsumen, agar dapat mengurangi risiko. Tentu saja hal ini ditujukan pada penggunaan telepon selular untuk panggilan-panggilan suara yang paling sering, sehingga akan lebih baik jika digunakan untuk penulisan teks, atau menggunakan hands free set untuk panggilan-panggilan suara.

IARC melakukan tinjauan baru ini, yang dilakukan oleh 11 ilmuwan dari 14 negara, yang didasarkan pada keprihatinan penuh. Pemaparan data-data, penelitian-penelitian mengenai kanker dalam tubuh manusia, eksperiman-eksperimen pada binatang, dan data-data lainnya telah dievaluasi semua untuk menyusun klasifikasi-klasifikasi baru.

Nah, kita mungkin perlu merenungkan ini. Tetapi mau tidak mau kita memang mengakui bahwa telepon selular merupakan alat komunikasi setiap saat yang praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Pada akhirnya, penggunaan telepon selular hanya akan kembali pada keyakinan dan keputusan kita sendiri.