Entah motivasi apa yang dilakukan oleh Yahoo ketika raksasa internet ini dikabarkan akan memberikan fasilitas smartphone baru kepada para karyawannya. Namun di antara pilihan smartphone tersebut, tidak terdapat perangkat BlackBerry. Para karyawannya hanya boleh memilih perangkat Apple, Samsung, HTC atau Nokia. 

Menurut CEO Yahoo Marissa Mayer, yang dilansir dari beberapa media lebih memilih menggunakan perangkat smartphone berbasis iOS, Android dan Windows Phone dibandingkan menggunakan ponsel pintar besutan RIM untuk para karyawannya. Keputusan dari Yahoo ini tentu saja berdampak bagi RIM, pasalnya RIM kini tengah berjuang keras untuk mendapatkan kembali pangsa pasar mereka yang hilang dalam persaingan pasar smartphone yang saat ini dikuasai Android dan iOS. Dilansir oleh Business Insider, tidak hanya diberikan perangkat ponsel pintar gratis, tagihan telepon para karyawan pun sepenuhnya akan ditanggung oleh Yahoo.

Program pemberian perangkat ini merupakan cara agar Yahoo memiliki akses ke industri ponsel industri terbaru dan terpanas, termasuk iPhone 5, Samsung Galaxy S3, HTC Evo 4G LTE, dan Nokia Lumia 920. Yahoo tidak membeli perangkat BlackBerry, sebagai instrumen komunikasi bisnis, dan menghapuskan smartphone RIM tersebut dari daftar.

“Kami sangat bersemangat dalam memberikan informasi kepada Anda bahwa kami mengumumkan Yahoo! Smart Phones, Smart Fun! dan mulai hari ini Yahoo tidak lagi memakai BlackBerry sebagai perangkat komunikasi perusahaan di 22 negara,” ujar Mayer.

Ia menambahkan, “Idealnya kami ingin karyawan memiliki perangkat yang mirip dengan para user, sehingga bisa berpikir dan bekerja dalam kondisi seperti sebagian besar pengguna”, ujarnya. Sepertinya Meyer mempunyai pandangan lain tentang sosok pemimpin pasar nantinya, iOS dan Android. Perempuan cantik ini juga mencoba memberikan kepercayaan kepada pendatang baru Windows Phone 8. Menurut beberapa pengamat, dengan lebih memilih perangkat berbasis Windows Phone 8 daripada BlackBerry, pada dasarnya Yahoo telah menyatakan bahwa platform RIM telah usang dan mati.