Efek krisis nuklir Fukushima rupanya berdampak cukup serius bagi masa depan energi Jepang. Pemerintah Jepang saat ini berusaha untuk meninggalkan energy nuklirnya. Seperti yang dilaporkan BBC, Jepang bermaksud meninggalkan ketergantungan pada energi nuklir pada 2030 dan menutup reaktornya pada tahun 2040. Padahal sebelum bencana Jepang bermaksud memenuhi 50 persen kebutuhan energinya dengan nuklir pada tahun 2050.

Untuk mengantisipasi kekurangan energy, Jepang sedang merencanakan untuk meningkatkan impor batubara serta memanfaatkan penggunaan energi terbarukan. Proyek energi terbarukan di Jepang memang meningkat tajam. lebih dari 33.000 proyek terbarukan skala besar dan kecil mendapatkan dana dalam dua bulan. Salah satunya adalah 81 proyek listrik dari tenaga surya berkapasitas 243 MW dan 202 MW, 6 proyek energi anginberkapasitas  122 MW serta energi hidro skala kecil berkapasitas 0,2 MW.