Baru-baru ini SAS dinobatkan sebagai leader dalam teknologi Basel III oleh Chartis Research. Hasil penelitian ini membahas teknologi yang diperlukan dalam proses adopsi dan compliance Basel III, meliputi model data, analytics yang fleksibel dan real-time, mesin kalkulasi permodalan, dan teknologi yang secara spesifik mendukung integrasi risiko dan keuangan, risiko likuiditas dan risiko rekanan kredit. Hal itu diungkapkan oleh SAS dalam siaran persnya.

“Kategori leaders adalah vendor penyedia teknologi risiko yang memiliki fungsi, teknologi dan isi yang mendalam dan luas, digabungkan dengan karakteristik organisasi untuk menangkap pangsa pasar secara signifikan,” kata Peyman Mestchian, Managing Partner Chartis Research. 

Chartis mereview teknologi dan solusi risiko SAS termasuk SAS High-Performance Risk dan SAS Risk Management for Banking, solusi bagi perusahaan dalam menjawab risiko kredit, risiko pasar, asset liability management dan risiko perusahaan secara keseluruhan. SAS Risk Management for Banking dibangun pada struktur data terintegrasi untuk semua aplikasi. Chartis mencatat kekuatan dan pembeda SAS sebagai “data management serta memiliki model data perbankan yang detil” untuk melihat risiko secara lengkap.

Dalam model data yang spesifik untuk perbankan, SAS Detail Data Store, memberikan informasi untuk gudang data risiko. Dengan mengeliminasi atau mengurangi inkonsistensi data melalui manajemen data secara komprehensif, SAS meningkatkan kontrol dan kepemilikan data manajemen risiko. 

Chartis menyampaikan jika penyedia dengan platform tunggal menawarkan efisiensi yang lebih tinggi, pernyataannya adalah, “mengurangi pengeluaran TI merupakan hal yang umum di seluruh industri keuangan  dan oleh karena itu memperbaiki manajemen risiko sambil mengurangi biaya seolah seperti cawan suci bagi banyak institusi keuangan. “Faktor lainnya adalah “kebutuhan untuk menciptakan risiko terpusat yang berkualitas atau tempat penyimpanan data keuangan, dengan definisi umum atau struktur umum serta hal-hal lain yang terkait dengan auditability.”

Chartis menekankan pada manfaat “analytics in-memory untuk mendukung pendekatan manajemen risiko secara real-time dan sesuai permintaan (on-demand)” dalam solusi SAS untuk penggunaan yang memerlukan uji tekanan on-demand, pengumpulan wilayah likuiditas dan risiko kredit counterparty secara real-time. Berkaitan dengan Credit Value Adjustment (CVA), laporan dihasilkan dari analytics in-memory untuk digunakan oleh pusat data CVA secara real-time bagi update CVA secara bertahap, mengingat “infrastruktur CVA SAS juga cukup terbuka untuk merespon persyaratan yang berubah-ubah dan dapat membuat pengguna berpindah dari standardized approach menjadi advanced approach.”