Di awali di 1999 PT Ilthabi Digital Edukasi (Orbit) memfokuskan diri untuk membuat media IPTEK khusus anak-anak.  Saat itu Orbit belum memasuki media digital, masih menggunakan media cetak. Kemudian di tahun 2011, perusahaan yang diprakarsai oleh Alm Hasri Ainun Habibie memutuskan untuk bertransformasi ke media digital dikarenakan tuntutan perkembangan teknologi, namun tetap tidak meninggalkan segmen anak-anak. 

“Kalau dulu majalah, sekarang website. Game online di Facebook pun kita punya. Dan tentunya tetap didukung dengan kegiatan offline”, ujar Direktur Orbit Aan Permana.

Aan menjelaskan bahwa kegiatan offline yang dilakukan oleh Orbit dengan menggelar roadshow dan kompetisi di bidang IPTEK yang berbasis fun learning. Pasarnya adalah anak-anak sekolah dasar kelas lima ke bawah. 

“Kegiatan offline yang kita lakukan adalah menggelar beberapa kompetisi dan roadshow untuk anak-anak sekolah dasar. Masih kita khusus kan di wilayah Jakarta. Jadi di roadshow itu, kita memberikan pengetahuan IPTEK dengan metode fun learning”, katanya. 

Aan Permana Direktur PT Ilthabi Digital Edukasi

Sementara untuk kegiatan kompetisinya, Orbit mengadakan perlombaan IPTEK dengan 1000 orang anak di mana di dalam kompetisi itu ditetapkan babak-babak eleminasi bagi setiap pesertanya. Bagi peserta yang memenangkan perlombaan tersebut, akan diberi gelar Junior Science Master, ungkapnya. Hal itu sesuai dengan tujuan dari dirikannya Orbit yang ingin memberikan pengetahuan IPTEK kepada anak-anak sejak dini.  

Melihat dari sisi bisnis, peluang untuk bermain di media edukasi anak-anak sangat luas. Pasalnya, media yang fokus mengenai IPTEK dengan segmen anak-anak masih sedikit. Di sisi lain, respon dari anak-anak terhadap media edukasi IPTEK semacam ini sangat baik. Terbukti Orbit selalu mendapatkan permintaan dari mereka untuk mengadakan acara di sekolahnya. 

“Animo dari anak-anak sangat bagus. Kita sering mendapatkan request dari mereka untuk menggelar acara di sekolahnya. Respon dari orangtua pun baik”, tuturnya.

Namun potensi bisnis yang luas di media edukasi seperti ini, tidak terlepas juga dari tantangan-tantangan yang akan dihadapi. Menurut Aan tantangan itu justru ada saat menghadapi anak-anak, dibutuhkan cara khusus untuk menghadapi mereka.  Selain itu tantangan yang lain adalah effort yang lebih untuk membuka jalan di bisnis ini. Sebab media semacam ini masih sedikit yang khusus menyentuh IPTEK.