Tak dapat dipungkiri, pemanfaatan e-commerce di seluruh dunia mengalami peningkatan tajam. Para penjual dan pembeli dapat bertemu secara virtual untuk kemudian melakukan transaksi. Sayangnya, kemajuan ini juga dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memperdagangkan satwa-satwa liar maupun produk hewani ilegal seperti gading gajah ataupun reptil langka.

Saat ini, para pedagang satwa ilegal juga makin canggih. Mereka menggunakan software tertentu yang hanya bisa diakses oleh kalangan mereka sendiri. Hal ini membuat perdagangan satwa liar di internet menjadi bersifat rahasia dan sulit dilacak.

“Internet turut memfasilitasi peningkatan perdagangan satwa liar ilegal internasional selama dekade terakhir,” ujar Crawford Allan dari The Guardian.

Dalam prakteknya, perdagangan satwa liar di chat room dan situs lelang menggunakan kode, seperti “tulang sapi” untuk gading gajah. Menurut The Guardian, pencarian di situs eBay Inggris pada bulan Agustus menunjukkan penjualan item “tulang sapi” menghasilkan lebih dari 5.000 transaksi. Akronim dan salah eja juga sering digunakan untuk menutupi produk sebenarnya.