Senin kemarin, situs internet Pemerintah Swedia serta beberapa website lainnya di negeri tersebut mengalami penyerangan yang cukup fatal. Para pendukung pendiri WikiLeaks Julian Assange, mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan itu. 

Selain situs Internet resmi pemerintah Swedia, situs Angkatan Darat dan The Swedish Institue juga diserang, demikian seperti dilansir Associated Press.

Kepala media digital Angkatan Darat Swedia, Niklas Englund, mengatakan tidak jelas siapa berada di belakang serangan yang menyebabkan situs Internet instansi itu kewalahan melayani lalu lintas palsu.

Namun, Englund mencatat sekelompok orang tanpa identitas mendesak Swedia untuk “melepaskan Assange”, mengaku bertanggung jawab atas penyerangan itu di media jejaring sosial Twitter.

Sementara, Assange berada di Kedutaan Ekuador di Inggris sejak 19 Juni untuk menghindari ekstradisi Swedia.

Jaksa di Swedia akan mengajukan pertanyaan tentang dugaan kejahatan seksual yang dilakukan pendiri WikiLeakas, situs Internet pembocor rahasia itu.