Baru-baru ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengembangkan inovasi teknologi untuk mengatasi krisis air. Teknologi tersebut adalah Natural Treatment Plant (NTP). Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang dilansir dari Media Indonesia menuturkan bahwa teknologi NTP ini adalah teknologi yang dikembangkan lagi untuk menyadap air langsung dari akuifer di dalam tanah dan mendistribusikan ke hilir. 

Cara kerjanya, ujar Sutopo, lapisan akuifer di daerah pegunungan digali dengan pipa-pipa dan dibuat terowongan bawah tanah. Pada terowongan tersebut disediakan lubang-lubang untuk masuknya air tanah.  “Dari sadapan-sadapan air tersebut kemudian dimasukkan ke reservoar untuk didistribusikan ke kota atau daerah yang berada di bagian hilir dengan memanfaatkan gaya gravitasi,” paparnya.

Menurutnya teknologi NTP ini sudah diterapkan di Jerman. Pasalnya sebagian besar negara bagian Jerman tidak memiliki instalasi penjernihan air. Sekitar 80% penyediaan air minum dipasok dari air tanah dan mata air yang disadap dengan teknologi NTP, sedangkan sisanya memanfaatkan air permukaan.