Untuk menjawab rasa penasaran yang selama ini muncul, Hewlett Packard akhirnya meluncurkan versi beta untuk sistem operasi mobile WebOS yang kini hadir dalam bentuk piranti open source.  Namun sepertinya HP tidak berminat untuk melanjutkan memproduksi TouchPad dan Palm. 

Dikutip dari TechRadar.com, sistem operasi  berbasis open source versi beta ini terdiri atas 54 komponen, yang terdiri atas 450.000 garis kode di bawah lisensi Apache 2.0. Ini dikhususkan untuk para pengembang dalam bereksperimen dengan karya mereka.

Sistem operasi baru HP ini juga melingkupi dua environment yang dibangun. Di antaranya untuk pengembangan desktop dengan sistem Ubuntu. Sementara itu, satu lagi menggunakan OpenEmbedded yang memungkinkan emulator ARM untuk memfasilitasi agar terhubung ke perangkat-perangkat baru.

Seperti yang pernah mereka umumkan, HP mengkontribusikan WebOs ini bagi komunitas open source. Ini berarti seperti Android, manufaktur apa pun bisa membangun perangkat mereka dengan WebOS yang bebas lisensi.

Tapi, ini bukan berarti para manufaktur akan menggunakan WebOS untuk perangkat mereka. Apalagi, Google telah merekrut tim Enyo, yang selama ini mengembangkan HTML5, dari WebOS. Ini menjadikan masa depan WebOS masih tetap belum jelas seperti Desember lalu.

Meski begitu, perubahan masih mungkin terjadi. Dengan diluncurkannya versi beta WebOS untuk open source, para pengembang bisa mengutak-atik dan memberikan penilaian. Setidaknya, WebOS masih bisa bernapas lebih panjang