Raksasa teknologi IBM bersama dengan Tokyo Ohka Kogyo, DelSolar dan Solar Frontier, telah mengembangkan film sel surya tipis menggunakan tembaga, seng, dan timah yang telah mencapai efisiensi rekor dunia untuk sel surya dari jenisnya. Sel CZTS mampu mencapai efisiensi konversi sebesar 11,1%.

Selama ini, film sel surya tipis memiliki sejumlah aplikasi potensial. Karena bobotnya yang relatif ringan film-film ini dapat ditempatkan pada berbagai permukaan dan dimasukkan ke dalam struktur atau bahkan kain. Namun, masalah utama yang timbul adalah keterbatasan bahan yang menjadi semakin langka karena meningkatnya permintaan.

Sel surya yang selama ini beredar adalah CIGS sel, yang terbuat dari tembaga, indium, gallium dan selenium. Akan tetapi, ketiga logam terakhir termasuk logam hitchhiker atau logam langka yang semakin sulit didapatkan.

Dengan demikian, terobosan ini tentu sangat dinanti. Menurut laporan Phys.org, tim peneliti IBM berharap untuk meningkatkan efisiensi CZTS hingga mencapai 15%. Jika tim berhasil, maka produksi listrik menggunakan sel surya film tipis dapat melonjak secara drastis, hingga 500 gigawatt.

Karena sel CZTS dibuat dengan bahan berlimpah, produksi dengan mudah dapat ditingkatkan.  Logam-logam ini juga lebih murah sehingga biaya produksinya juga lebih murah.