Akunmu adalah wajahmu, jadi jangan sembarangan bergabung atau sekedar me “like” sesuatu yang belum jelas di jejaring sosial. Karena banyak sekali tombol “jempol” bodong yang bisa mengakibatkan munculnya postingan yang aneh-aneh atau hingga pembobolan akun. Karena banyak beredar “jempol” palsu di jejaring sosial ini, akhirnya Facebook merasa perlu melakukan tendakan khusus untuk mengurangi jebakan jempol palsu.

Facebook meng-update sistemnya yang dirancang untuk secara otomatis mendeteksi ‘Like’ palsu dan menghapusnya. Facebook mengakui ada jutaan profil, halaman atau brand ‘Like’ palsu yang beredar di jejaring sosialnya. Wujudnya pun bisa bermacam-macam, bisa berupa malware atau akun yang menjadi korban pembobolan.

“Ketika sebuah Page dan fans terkoneksi di Facebook, kami ingin meyakinkan bahwa koneksi tersebut melibatkan seseorang nyata yang tertarik mengikuti sebuah Page khusus dan terkait dengan konten brand tersebut,” ujar Facebook dalam blognya.

Dikutip dari TG Daily, Selasa (3/8/2012), sistem yang baru ini dirancang untuk menemukan akun palsu secara otomatis. Facebook memperkirakan update di sistemnya tersebut setidaknya akan menghapus satu persen halaman ‘Like’ palsu.

“Update ini akan memungkinkan Page menghasilkan konten yang lebih menarik dan relevan dan brand akan melihat adanya peningkatan dalam hubungan mereka dengan fans dan konten,” kata Facebook.